Magister Sosiologi UIN Sunan Kalijaga Gelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tokoh masyarakat dan perangkat kelurahan untuk memetakan secara sosiologis fenomena desa–kota di Panggungharjo
Magister Sosiologi UIN Sunan Kalijaga Gelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tokoh masyarakat dan perangkat kelurahan untuk m
Kegiatan PKM menjadi bagian yang penting bagi Program Studi, sebagai salah satu pelengkap Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan adanya kegiatan PKM, Program Studi tidak menjadi Menara gading yang terpisah dari masyarakat, akan tetapi menjadi bagian yang bergerak di dalam masyarakat. Dalam konteks pengabdian ini, Laboratorium Magister Sosiologi yang disebut dengan LARAS (Laboratorium Riset Strategis dan Sosial) menjadi garda depan dalam
Terkait dengan hal tersebut, Magister Sosiologi mengadakan FGD sebagai salah satu kegiatan PKM di Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, DI.Yogyakarta pada Selasa, 23 Juni 2026 di Kampoeng Mataraman. Kegiatan PKM ini dihadiri oleh Kaprodi Magister Sosiologi, Dr. Phil. Ahmad Norma Permata; Sekretaris Program Studi, Dr. Muryanti, S.Sos,MA; Dosen Magister Sosiologi, Dr. Andri Rosadi, Ahmad Uzair, Ph.D dan Ambar Sari Dewi, Ph.D. Sedangkan masyarakat yang bisa hadir diantaranya Bapak Hosni Bimo Wicaksono, A.Md sebagai Kasi Sosial/ Kamituwo, Agung Pranonto,S.Pd sebagai Kasi Kemakmuran/ Ulu-Ulu, Ibu Nuzulina sebagai Manajer Kampung Mataraman, Drs. Bambang Susilo sebagai Ketua BPD/ Bamuskal, Junaidi, SE sebagai Ketua PRNU Panggungharjo, Achmad Musyaddad sebagai Ketua Yayasan Sanggar Inovasi Desa, Ahmad Arif Rohman sebagai Direktur BUMDES Panggung Lestari, Nurohmad, S.Sn sebagai Ketua Desa Mandiri Budaya, Sohib Jamaludin, S.Ag sebagai Ketua DMI Panggungharjo, H.Hidayat Syarif Dadang Sebagai Ketua Suryo Condro dan perwakilan para Dukuh.
Program Magister Sosiologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bersama Pemerintah Kalurahan Panggungharjo dan berbagai elemen masyarakat sebagai bagian dari upaya mengidentifikasi dinamika perubahan sosial yang terjadi di tingkat lokal. Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara akademisi, pemerintah kalurahan, dan masyarakat untuk menggali berbagai persoalan sosial yang berkembang seiring pesatnya urbanisasi, perubahan ekonomi, serta transformasi kehidupan masyarakat desa.
Dalam pembukaan kegiatan, disampaikan bahwa FGD merupakan bagian dari kerja sama antara Program Magister Sosiologi UIN Sunan Kalijaga dengan Kalurahan Panggungharjo. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi akademik yang relevan bagi pengembangan masyarakat sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendampingi penyelesaian persoalan sosial di tingkat lokal.
Salah satu tema utama yang mengemuka dalam diskusi adalah fenomena urbanisasi yang terus berlangsung di Panggungharjo. Para peserta menjelaskan bahwa banyak pendatang yang kemudian menetap, menikah dengan warga setempat, bahkan berperan sebagai pengusaha, tokoh masyarakat, maupun pengurus organisasi. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa urbanisasi tidak hanya membawa perpindahan penduduk, tetapi juga mendorong perubahan struktur sosial dan ekonomi masyarakat. Di sisi lain, sebagian peserta mengungkapkan bahwa meningkatnya jumlah pendatang juga memunculkan kekhawatiran terkait semakin terbatasnya kesempatan kerja dan ruang usaha bagi masyarakat lokal.
Perkembangan wilayah Panggungharjo juga ditandai dengan bertambahnya kawasan industri, pergudangan, perguruan tinggi, pondok pesantren, perumahan, serta berbagai pusat kegiatan ekonomi. Perubahan tersebut memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, namun sekaligus menghadirkan tantangan baru dalam menjaga kohesi sosial masyarakat. Beberapa peserta mengungkapkan bahwa pembangunan pabrik maupun kawasan perumahan di sejumlah wilayah pernah mendapat penolakan warga. Bahkan, terdapat kompleks perumahan yang memilih tidak menyelenggarakan Posyandu karena merasa mampu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan secara mandiri. Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa integrasi sosial antara masyarakat lokal dan penghuni kawasan perumahan masih memerlukan perhatian.
Perubahan sosial juga tampak pada pola interaksi masyarakat. Peserta FGD mengamati bahwa budaya saling menyapa dan berinteraksi mulai mengalami penurunan, terutama di wilayah yang banyak dihuni mahasiswa, penghuni rumah kos, dan kontrakan. Selain itu, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan sosial kemasyarakatan juga dinilai semakin berkurang. Meskipun demikian, sejumlah tradisi sosial, terutama yang berkaitan dengan kegiatan kemasyarakatan dan solidaritas saat warga mengalami musibah, masih tetap dipertahankan oleh masyarakat, khususnya generasi yang lebih tua.
Diskusi turut menyoroti perubahan struktur ekonomi masyarakat desa. Alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan permukiman dan industri terus meningkat seiring tingginya nilai jual tanah. Dampaknya, jumlah petani yang memiliki lahan maupun penggarap lahan semakin berkurang. Peserta menilai bahwa tantangan sektor pertanian saat ini tidak hanya terletak pada aspek produksi, tetapi juga rendahnya daya serap pasar serta lemahnya sistem pengendalian pasar. Kondisi tersebut menyebabkan hasil pertanian belum mampu memberikan keuntungan yang memadai sehingga mendorong sebagian masyarakat menjual atau mengalihfungsikan lahan pertaniannya.
Selain isu pembangunan dan pertanian, peserta juga menyoroti maraknya praktik pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol) yang mulai menyentuh berbagai lapisan masyarakat, termasuk pemuda, bapak-bapak muda, hingga ibu rumah tangga. Pemerintah kalurahan menjelaskan bahwa kewenangan dalam penanganan pinjol ilegal sangat terbatas karena berkaitan dengan kebijakan di tingkat nasional. Oleh sebab itu, langkah yang dapat dilakukan pemerintah desa lebih diarahkan pada sosialisasi, edukasi, pendampingan, serta advokasi kepada masyarakat agar tidak terjerat praktik pinjaman online ilegal. Dalam kesempatan tersebut juga ditekankan pentingnya peningkatan literasi digital dan literasi keuangan sebagai langkah preventif menghadapi berbagai bentuk kejahatan digital.
Dalam aspek kehidupan sosial, peserta FGD menilai bahwa nilai-nilai gotong royong dan musyawarah masih menjadi modal sosial yang kuat di tengah masyarakat Panggungharjo. Meskipun terdapat perubahan pola hidup akibat perkembangan teknologi dan urbanisasi, semangat saling membantu masih terlihat dalam berbagai kegiatan sosial. Penyelesaian persoalan melalui musyawarah juga dinilai lebih efektif dibandingkan penerapan sanksi sosial yang berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Melalui FGD ini, Program Magister Sosiologi UIN Sunan Kalijaga menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam memahami serta merumuskan solusi atas berbagai persoalan sosial yang berkembang. Hasil diskusi diharapkan menjadi dasar penyusunan rekomendasi akademik sekaligus memperkuat kontribusi keilmuan sosiologi dalam mendukung pembangunan masyarakat yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di tengah dinamika perubahan sosial yang terus berlangsung (Uci Ningsih dan Muryanti)