Kuliah Umum Magister Sosiologi “ Teknologi dan Nasionalisme: antara Kesejahteraan dan Kedaulatan”
Kuliah Umum Magister Sosiologi “ Teknologi dan Nasionalisme: antara Kesejahteraan dan Kedaulatan”
Perkembangan AI pada saat ini sudah tidak terbantahkan, mengingat dalam kehidupan sehari-hari manusia sudah sangat percaya dalam setiap aktivitasnya menggunakan AI. Penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari, digunakan untuk pencarian informasi & edukasi: Membantu siswa, guru, dan pekerja mencari referensi dengan cepat; kreativitas & media sosial: digunakan untuk mengedit foto, video, serta menghasilkan konten; layanan publik & pemerintah: membantu memproses dokumen, menganalisis data hukum, dan merespons keluhan warga dan navigasi & transportasi: aplikasi seperti peta digital memanfaatkan AI untuk memprediksi rute tercepat. AI memiliki kelebihan: Efisiensi Waktu (Mengotomatiskan tugas-tugas repetitif sehingga manusia bisa lebih fokus pada pekerjaan strategis dan bernilai tinggi); Personalisasi: Meningkatkan pengalaman pengguna, seperti rekomendasi tontonan di platform streaming atau produk di e-commerce. Dan Aksesibilitas: Membantu penyandang disabilitas (misalnya, teks otomatis atau asisten suara)
Terkait dengan penggunaan AI di masyarakat ini, Magister Sosiologi mengadakan Kuliah Umum dengan tema Teknologi dan Nasionalisme: antara Kesejahteraan dan Kedaulatan, dengan pembicara Zulfikar Amir, Ph.D, Dosen Sosiologi, Dosen Sosiologi di Nanyang Technological University – NTU- Singapore. Kuliah umum diikuti oleh seluruh mahasiswa Magister Sosiologi, dengan moderator M. Rodi dan MC Habibina. Acara dibuka oleh Wakil Dekan I, Ambar Sari Dewi, Ph.D dan sambutan oleh Kaprodi Magister Sosiologi, Dr. Phil. Ahmad Norma Permata. yang dilaksanakan pada Jumat, 8 Mei 2026 di Ruang Multimedia, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, UIN Sunan Kalijaga.
Dalam pemarannya, pembicara menjelaskan tentang penelitiannya yang berjudul “Can we trust Artificial Intelegence? A Sociological View. Menurutnya sebelum membahas teknologi secara social, kita perlu mengetahui tentang sejarah perkembangan teknologi, yang sudah diawali sejak tahun 1822. Revolusi tekhnologi diawali dengan adanya I Phone oleh Steve Jobs yang diawali dengan BBM. Pasca I Pihone,seluruh masyarakat di dunia menggunakan AI, yang berdampak pada terkumpulkan data dari seluruh pengguna HP di dunia, kemudian berkembang menjadi Big Data karena data yang terkumpul sudah berjumlah trilyunan. Dengan demikian Big data dikonstruksi oleh manusia sebagai penggunanya. Dalam prosesnya AI berasal dari: Advance computer, Algorithm, Bigdata dan Machine Learning.
Apakah AI reliable dalam kehidupan masyarakaya? Ada beberapa buku yang bisa menjadi bahan bacaan lanjutan: (1) Virginia Eubank, dengan judul Automating Inequality; Safiya Umoja Noble– Algorithm of Oppressions; How Search Engines Reinforce Racism dan Meredith Broussard, dengan bukunya Artificial Unintelegence (How Computer Misunderstanding The World). Di akhir penyampaiannya, pembicara menekankan bahwa dalam praktiknya, The social construction of AI dipengaruhi oleh kelembagaan yang melingkupinya, yaitu : AI Ecosystem, Government,Users, Bussines Organizations Dan Science Community. (Muryanti)